Merawat orang tua lanjut usia seringkali menjadi perjalanan emosional yang penuh tantangan. Bagi banyak keluarga, kebutuhan perawatan bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga tentang menjaga martabat dan kenyamanan orang yang mereka cintai. Di sinilah peran Kaigo Fukushishi (pekerja perawatan bersertifikat resmi di Jepang) menjadi sangat berarti.
Peran Kaigo Fukushishi dalam Kehidupan Keluarga
Kaigo Fukushishi bukan sekadar tenaga perawat, tetapi profesional yang memahami kebutuhan lansia secara holistic, mulai dari aktivitas sehari-hari, pendampingan emosional, hingga memberikan rasa aman kepada keluarga. Mereka terlatih dalam komunikasi, memahami kondisi medis dasar, dan berempati terhadap kebutuhan psikologis lansia.
Contoh Kisah Kaigo Fukushishi di Jepang
Salah satu kisah yang dipublikasikan oleh Council of Global Networking for Welfare and Culture menggambarkan seorang lansia yang mengalami kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari akibat kondisi fisik yang melemah. Keluarganya awalnya merasa kewalahan menghadapi perubahan ini. Namun dengan hadirnya Kaigo Fukushishi, beban tersebut berkurang.
Seorang pekerja perawatan membantu lansia tersebut dalam rutinitas sederhana seperti makan, mandi, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Lebih dari sekadar bantuan fisik, Kaigo Fukushishi juga memberikan dukungan moral, sehingga keluarga merasa tidak sendirian menghadapi situasi tersebut. Kaigo Fukushishi hadir bukan hanya sebagai tenaga perawat, melainkan panggilan hati untuk mendukung kehidupan lansia dengan bermakna.
Cerita Nyata: Dari Pemula Jadi Manajer Keperawatan
Pengalaman nyata Dicki Yonata, seorang perawat asal Indonesia, menjadi inspirasi banyak calon careworker di Jepang. Ia memulai perjalanan melalui program EPA Jepang pada tahun 2012, kemudian berhasil meraih sertifikasi Kaigo Fukushishi (pekerja keperawatan bersertifikat) pada 2015. Berkat dedikasi dan keterampilannya, pada 2021 ia dipercaya menjabat sebagai Manajer Keperawatan (Care Manager) di fasilitas lansia di Takamatsu, Prefektur Kagawa. Kisah sukses Dicki Yonata ini telah dipublikasikan secara resmi oleh Japan Care Worker Guide, sehingga dapat menjadi rujukan nyata bagi siapa pun yang ingin berkarier di bidang perawatan lansia di Jepang.
- 2012: Mulai training sebagai careworker.
- 2015: Lulus ujian nasional kaigo fukushishi.
- 2021: Naik jabatan jadi manajer keperawatan di nursing home Takamatsu, Kagawa.
Dicki cerita, peran dia nggak cuma ngurus fisik lansia, tapi juga bantu keluarga memahami kebutuhan orang tua mereka. Misal, ada pasien yang awalnya pakai kursi roda, tapi setelah program rehabilitasi, bisa jalan lagi. Bayangin kebahagiaan keluarga saat lihat orang tua mereka makin mandiri!
Pelajaran untuk Keluarga di Indonesia
Melalui kisah ini, keluarga Indonesia bisa mendapatkan gambaran nyata mengenai pekerjaan Kaigo Fukushishi. Profesi ini bukan hanya peluang kerja di Jepang, tetapi juga sebuah misi kemanusiaan yang memberi dampak nyata. Selain itu, pengalaman dari Jepang bisa menjadi inspirasi bagaimana perawatan lansia dilakukan dengan profesionalisme dan empati.
Bagi mereka yang berminat menjadi Kaigo Fukushishi, memahami peran ini secara mendalam akan membantu menyiapkan diri menghadapi tantangan sekaligus memetik kepuasan batin dari pekerjaan yang penuh makna.

Kenapa Banyak Anak Muda Indonesia Minat Jadi Kaigo Fukushishi?
Buat kamu yang lagi mikirin masa depan, jadi kaigo di Jepang punya beberapa keuntungan:
- Pengalaman Internasional – Bekerja di Jepang bikin kamu paham kultur kerja berbeda.
- Skill Medis dan Sosial – Nggak cuma urus fisik lansia, tapi juga belajar empati, komunikasi, dan manajemen perawatan.
- Gaji dan Stabilitas – Jepang butuh banyak perawat lansia, jadi peluang kerja dan kenaikan gaji lumayan jelas.
- Karir Jangka Panjang – Bisa lanjut ke posisi manajer atau membuka peluang bisnis layanan kesehatan sendiri.
Baca juga: Kaigo Fukushishi: Peluang & Langkah Belajar di Jepang
Tantangan dan Tips Sukses
Nggak semua mulus, bro-sis. Tantangan kerja di Jepang:
- Bahasa Jepang – Harus cukup lancar untuk komunikasi dengan pasien dan keluarga.
- Budaya Kerja – Jepang terkenal disiplin dan prosedural.
- Fisik & Mental – Butuh stamina kuat dan empati tinggi.
Tips sukses:
- Rajin latihan bahasa Jepang (JLPT N4–N3 cukup awal).
- Belajar soft skill, terutama komunikasi dan problem solving.
- Gunakan platform digital untuk tracking pelatihan & dokumentasi, biar nggak ribet.
Berani Meniti Karir di Jepang demi Masa Depan
Biar sukses, mindset kamu harus terbuka dan adaptif. Jepang nggak cuma tempat kerja, tapi juga sekolah kehidupan. Dengan pengalaman internasional, kamu bakal:
- Lebih mandiri dan percaya diri.
- Punya perspektif baru tentang pekerjaan sosial dan kesehatan.
- Bisa lihat peluang bisnis atau karir jangka panjang yang belum terpikir sebelumnya.
Langkah Jadi Kaigo Fukushishi untuk Pemula
Buat kamu yang baru mulai, ini roadmap-nya:
- Pilih LPK Resmi – Pastikan lembaga pelatihan (LPK) di Indonesia terdaftar G to G Jepang.
- Ikuti Pelatihan Kaigo – Mulai dari bahasa Jepang dasar sampai skill perawatan.
- Ujian Nasional Jepang – Setelah training, ikuti ujian kaigo fukushishi untuk dapat sertifikasi.
- Pendaftaran Visa & Penempatan Kerja – Lewat partner resmi LPK, kamu bisa urus Magang, Visa Kerja dan Visa Gijinkoku.

Gohan.ai – Daftar LPK Sekarang
Klik Gohan.ai buat:
- Lihat info biaya LPK lengkap.
- Side-by-side comparison untuk keunggulan tiap LPK.
- Portal pribadi untuk semua jejak pendaftaran & dokumentasi.
- Chat langsung dengan LPK dan mulai perjalanan kamu jadi Kaigo Fukushishi!