Tidak sedikit generasi muda Indonesia yang menaruh harapan untuk bisa berkarir di Jepang. Negara ini dikenal dengan teknologi canggih, budaya kerja yang disiplin, dan peluang karir di berbagai sektor industri. Salah satu jalur resmi untuk bisa bekerja di Jepang adalah melalui skema Specified Skilled Worker (SSW Jepang).
Program ini diperkenalkan oleh pemerintah Jepang untuk mengatasi kebutuhan tenaga kerja asing di sektor-sektor yang kekurangan pekerja. Bagi kamu yang berusia 18 tahun ke atas, memahami syarat bahasa dan keterampilan yang dibutuhkan sangat penting agar bisa lolos proses job matching dengan perusahaan Jepang.
Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Visa SSW, perbedaan SSW (i) dan SSW (ii), syarat bahasa yang diperlukan, hingga daftar profesi yang tersedia.
Apa Itu SSW Jepang?
Specified Skilled Worker (SSW) adalah status izin tinggal resmi di Jepang bagi tenaga kerja asing dengan keterampilan tertentu. Status ini berbeda dengan “visa” pada umumnya.
Kementerian Luar Negeri Jepang (MOFA) menjelaskan bahwa tenaga kerja asing perlu melalui dua proses penting:
- Visa → diperoleh dari kedutaan Jepang di negara asal.
- Penetapan Status of Residence (SoR) dilakukan oleh Immigration Services Agency of Japan ketika pekerja asing masuk Jepang, dengan menyesuaikan pada kegiatan yang bersangkutan.
Dengan kata lain, visa adalah izin masuk, sedangkan Status of Residence adalah izin tinggal dan bekerja. Nah, SSW adalah salah satu jenis Status of Residence yang bisa kamu dapatkan jika memenuhi syarat.
Jenis Visa SSW: SSW (i) dan SSW (ii)
Program ini dibagi menjadi dua kategori:
1. SSW (i)
- Untuk pekerjaan yang membutuhkan keterampilan dasar.
- Masa tinggal maksimal total 5 tahun.
- Wajib lulus ujian keterampilan dan tes bahasa Jepang (JLPT N4 atau JFT-Basic).
- Tidak boleh membawa keluarga.
- Harus didukung oleh organisasi penerima (Accepting Organization atau Registered Support Organization).
2. SSW (ii)
- Untuk pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tingkat mahir.
- Tidak ada batas waktu tinggal (bisa diperpanjang terus).
- Tidak ada syarat tes bahasa Jepang.
- Bisa membawa keluarga (suami/istri dan anak-anak).
- Tidak wajib dukungan organisasi penerima.
Catatan penting: saat ini hanya beberapa sektor yang tersedia untuk SSW (ii), seperti konstruksi dan industri kapal.

Syarat Bahasa untuk Visa SSW Jepang
Bahasa adalah kunci sukses bekerja di Jepang. Pemerintah Jepang menetapkan standar kemampuan bahasa agar pekerja asing bisa berkomunikasi dengan baik di tempat kerja.
SSW (i): Wajib Tes Bahasa Jepang
Untuk mendapatkan status SSW (i), calon pekerja harus membuktikan kemampuan bahasa Jepang melalui:
- JLPT N4 atau lebih tinggi – Japanese Language Proficiency Test, level dasar yang menunjukkan kemampuan percakapan sehari-hari.
- JFT-Basic (Japan Foundation Test for Basic Japanese) menilai keterampilan bahasa Jepang dasar, khususnya untuk kebutuhan komunikasi di dunia kerja.
Khusus untuk bidang Nursing Care (Kaigo), ada tambahan syarat:
- Peserta harus lulus Nursing Care Japanese Language Evaluation Test yang bertujuan mengukur penguasaan kosakata medis serta istilah terkait perawatan.
SSW (ii): Tidak Perlu Tes Bahasa
Bagi pekerja yang melanjutkan ke SSW (ii), fokus utamanya adalah ujian keterampilan tingkat mahir. Tidak ada kewajiban mengikuti tes bahasa, sebab dianggap sudah memiliki pengalaman dan kemampuan komunikasi kerja setelah lima tahun tinggal di Jepang.
Profesi yang Tersedia dalam Skema SSW Jepang
Saat ini ada 16 bidang industri spesifik yang menerima tenaga kerja asing dengan status SSW.
- Perawatan lansia (Nursing Care)
- Manajemen kebersihan bangunan
- Pembuatan produk industri
- Industri konstruksi
- Industri kapal dan mesin kapal
- Perawatan dan perbaikan mobil
- Industri penerbangan
- Industri akomodasi
- Pertanian
- Perikanan dan budidaya
- Manufaktur makanan & minuman
- Industri jasa makanan (restoran, katering)
- Transportasi otomotif bisnis
- Kereta api
- Kehutanan
- Industri kayu
Catatan: Beberapa sektor seperti Nursing Care, Transportasi Otomotif, Kereta Api, Kehutanan, dan Industri Kayu hanya tersedia untuk SSW (i).
Syarat Job Matching untuk SSW Jepang
Calon pekerja berusia 18 tahun ke atas yang ingin bekerja di Jepang perlu melalui beberapa proses berikut:
- Usia minimal 18 tahun dan sehat jasmani/rohani.
- Lulus tes bahasa Jepang (JLPT N4 atau JFT-Basic) untuk SSW (i).
- Lulus ujian keterampilan bidang yang dipilih (misalnya ujian Kaigo untuk perawatan lansia).
- Job matching dengan perusahaan Jepang melalui lembaga resmi (LPK atau organisasi yang diakui).
- Mengurus Certificate of Eligibility (COE) dari pihak Jepang.
- Mengajukan visa di Kedutaan Jepang di Indonesia.
- Berangkat ke Jepang dan mulai bekerja.
Bagi lulusan program Technical Intern Training (TITP) yang telah menyelesaikan masa kerja dengan baik, ada jalur khusus. Mereka bisa langsung mengajukan SSW (i) tanpa tes bahasa maupun keterampilan, selama di bidang yang sama.
Baca Juga: Biaya Kerja ke Jepang: Perbedaan Punya Sertifikat Bahasa & Profesi
Kenapa Syarat Bahasa Itu Penting?
Menguasai bahasa Jepang bukan hanya formalitas, tapi juga bekal hidup sehari-hari. Dengan JLPT N4 atau JFT-Basic, pekerja asing bisa:
- Berkomunikasi dengan atasan dan rekan kerja.
- Memahami instruksi kerja dengan jelas.
- Beradaptasi di lingkungan sosial dan komunitas Jepang.
- Mengurangi risiko kesalahpahaman atau kecelakaan kerja.
Ringkasan Perbandingan SSW (i) dan SSW (ii)
Aspek | SSW (i) | SSW (ii) |
---|---|---|
Tes Bahasa | JLPT N4 atau JFT-Basic (WAJIB) | Tidak diperlukan |
Masa Tinggal | Maks. 5 tahun | Tidak terbatas |
Tes Keterampilan | Wajib (kecuali lulusan TITP) | Wajib tingkat mahir |
Bawa Keluarga? | Tidak | Bisa membawa keluarga |
Sektor Tersedia | 16 sektor (5 hanya SSW i) | Beberapa sektor tertentu |

Tips Persiapan untuk Anak Muda Indonesia
- Belajar bahasa Jepang sejak dini. Fokus pada JLPT N5 lalu lanjut ke N4 atau JFT-Basic.
- Ikuti pelatihan resmi. Pilih LPK yang terakreditasi dan memiliki mitra penyaluran tenaga kerja ke Jepang.
- Latihan ujian keterampilan. Setiap bidang punya ujian skill khusus.
- Gunakan jalur resmi. Hindari agen ilegal agar tidak terjebak penipuan.
- Siapkan mental dan fisik. Kehidupan kerja di Jepang menuntut kedisiplinan tinggi.
Kesimpulan
SSW Jepang adalah peluang besar bagi anak muda Indonesia untuk berkarier di Jepang. Bedanya:
- SSW (i) → butuh kemampuan bahasa Jepang minimal JLPT N4/JFT-Basic, berlaku 5 tahun, tanpa keluarga.
- SSW (ii) → tidak wajib bahasa, fokus skill, bisa bawa keluarga, masa tinggal tanpa batas.
Dengan persiapan bahasa, keterampilan, dan memilih jalur resmi, kesempatan untuk lolos job matching akan jauh lebih besar.
Jika kamu sudah memiliki sertifikasi bahasa Jepang (JLPT N4 atau JFT-Basic) dan lulus tes keterampilan SSW, saatnya job matching ke Jepang. Daftar melalui www.gohan.ai dan dapatkan akses ke lowongan resmi dari partner LPK terpercaya, terutama untuk profesi Kaigo yang tersedia setiap bulan.
Baca juga: Tokutei Ginou: Jalur Cepat Buat Kamu yang Ingin Kerja Kaigo di Jepang